LESMANA, AJIBARANG — Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Pengajian Ahad Manis (Mahanis) “Ngaji Penak”, yang digelar di halaman MI Modern Al Azhary, Lesmana, Ajibarang. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda pembinaan keagamaan sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara madrasah, wali murid, guru, dan masyarakat sekitar.

Mahanis “Ngaji Penak” merupakan kependekan dari Majelis Ahad Manis Ngatur Jiwa Pendidikan Anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad Manis dan sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga suasana pengajian semakin sarat dengan pesan keagamaan dan keteladanan Rasulullah SAW.

Pengajian dimulai sejak pukul 07.00 hingga 09.00 WIB dengan menghadirkan KH. Miftah Romadhon dari Banjarnayar, Pekuncen, sebagai pembicara.

Sejak pagi, halaman MI Modern Al Azhary mulai dipenuhi jamaah yang terdiri dari wali murid, para guru, serta masyarakat Desa Lesmana dan sekitarnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Mahanis tidak hanya menjadi agenda madrasah, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk belajar agama dan memperkuat hubungan antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Mengaji Sekaligus Ngatur Jiwa Pendidikan Anak

Sesuai dengan semangat yang terkandung dalam nama “Ngaji Penak”, pengajian Mahanis tidak hanya menghadirkan kajian keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi orang tua dan pendidik dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Dalam kajiannya, KH. Miftah Romadhon mengajak jamaah untuk mengenal dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW serta keluarga beliau. Pembahasan disampaikan dengan suasana yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga jamaah dapat mengikuti kajian dengan nyaman.

“Pendidikan anak tidak cukup hanya dengan memberikan ilmu. Anak membutuhkan keteladanan, doa, perhatian, dan lingkungan yang baik. Karena itu, orang tua dan guru harus bersama-sama belajar bagaimana mendidik anak dengan nilai-nilai yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.”

Momentum Maulid Nabi juga dimanfaatkan untuk mengingat kembali bagaimana Rasulullah SAW membangun keluarga dan masyarakat dengan akhlak, kasih sayang, kesabaran, serta pendidikan yang penuh keteladanan.

Ada Sesi Tanya Jawab, Jamaah Diajak Aktif Belajar

Salah satu hal yang menarik dalam pelaksanaan Mahanis kali ini adalah adanya sesi tanya jawab seputar keluarga Nabi Muhammad SAW.

Jamaah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan Rasulullah SAW dan keluarga beliau. Beberapa penjelasan juga diperkuat dengan potongan ayat Al-Qur’an, sehingga kajian tidak hanya bersifat cerita, tetapi juga mengajak jamaah memahami dasar-dasar ajaran Islam yang berkaitan dengan kehidupan keluarga dan pendidikan anak.

“Pengajian akan lebih bermakna ketika jamaah tidak hanya mendengar, tetapi juga berani bertanya dan berdiskusi. Dari pertanyaan-pertanyaan itulah kita bisa belajar bersama dan membawa nilai-nilai pengajian untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga.”

Semakin Meriah dengan Iringan Hadroh MTs Modern Al Azhary

Suasana pengajian semakin semarak dengan penampilan grup hadroh MTs Modern Al Azhary. Lantunan shalawat yang dibawakan para siswa menjadi bagian yang memperkuat nuansa kecintaan kepada Rasulullah SAW dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Para siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk berperan dan berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah dan masyarakat.

Kolaborasi Madrasah dan Paguyuban Wali Murid

Pelaksanaan Mahanis “Ngaji Penak” kali ini juga terselenggara berkat kerja sama MI Modern Al Azhary dengan Paguyuban Wali Murid Kelas 6A.

Kolaborasi tersebut menjadi contoh positif bahwa pendidikan anak membutuhkan sinergi antara madrasah dan keluarga. Ketika guru dan orang tua berjalan bersama, berbagai kegiatan yang mendukung pendidikan dan pembentukan karakter anak dapat terlaksana dengan lebih baik.

“Kami sangat mengapresiasi kebersamaan para wali murid, khususnya Paguyuban Kelas 6A, yang ikut mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kebersamaan seperti ini terus tumbuh karena pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama.”

Kegiatan Mahanis diharapkan dapat terus menjadi ruang silaturahmi sekaligus ruang belajar bagi keluarga besar MI Modern Al Azhary dan masyarakat sekitar. Tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga memperkuat kesadaran bersama bahwa pendidikan sejatinya dimulai dari keluarga dan dilanjutkan melalui lingkungan pendidikan yang baik.

Peringatan Maulid Nabi melalui pengajian ini pun menjadi momentum untuk kembali menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, bukan hanya melalui lantunan shalawat dan kisah kehidupan beliau, tetapi juga dengan berusaha menerapkan akhlak dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga Mahanis Ngaji Penak bukan hanya menjadi kegiatan yang kita hadiri setiap Ahad Manis, tetapi menjadi majelis yang membawa perubahan dalam cara kita mendidik, mendampingi, dan mendoakan anak-anak kita.”

Dengan semangat “Ngaji Penak, Ngatur Jiwa Pendidikan Anak”, keluarga besar MI Modern Al Azhary terus berikhtiar membangun sinergi antara madrasah, keluarga, dan masyarakat untuk menghadirkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak dan mencintai Rasulullah SAW.

Dari majelis ilmu, tumbuh keluarga yang belajar. Dari keluarga yang belajar, insyaallah lahir generasi yang berakhlak dan mencintai Al-Qur’an serta Rasulullah SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *