Bimtek Yanbu’a Al Azhary: Ikhtiar Menyemai Generasi Qur’ani Dimulai dari Pendidik yang Terus Belajar
- 08/09/2026
- admin
- 0

AJIBARANG — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an terus dilakukan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Al Azhary bersama MI–MTs–MA (IBS) Modern Al Azhary Ajibarang. Salah satunya melalui Diklat Lanjutan Thoriqoh Yanbu’a Berkala yang dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026.
Mengusung semangat “Ikhtiar Al Azhary Menyemai Generasi Qur’ani”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para pendidik untuk kembali memperdalam dan menyempurnakan kemampuan dalam mengajarkan Al-Qur’an.
Bertempat di Mushola Ummi Kalt sum, para pendidik mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Pembinaan menghadirkan Kyai M. Saifullah Al Hafidz, Ketua Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Kabupaten Banyumas, sebagai pembimbing sekaligus narasumber.
Materi pembinaan tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga mencakup praktik, koreksi bacaan, makharijul huruf, sifat-sifat huruf, serta penerapan kaidah tajwid dalam pembelajaran Al-Qur’an.
“Mengajarkan Al-Qur’an bukan sekadar menyampaikan bacaan kepada peserta didik. Ada amanah besar untuk memastikan setiap huruf yang diajarkan dibaca dengan benar. Karena itu, pendidiknya pun harus terus belajar dan memperbaiki diri.”
Pendidik Adalah Teladan dalam Pembelajaran Al-Qur’an
Kegiatan diklat ini menjadi pengingat bahwa kualitas pembelajaran Al-Qur’an sangat erat kaitannya dengan kualitas pendidiknya.
Seorang guru Al-Qur’an tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menjadi teladan dan rujukan bacaan bagi peserta didik. Karena itu, proses belajar bagi seorang pendidik tidak boleh berhenti setelah mendapatkan ilmu atau menyelesaikan pendidikan formal.
“Sebelum meminta anak-anak membaca Al-Qur’an dengan baik, kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa bacaan kita layak untuk menjadi contoh. Pendidik harus mau terus belajar, berlatih, menerima koreksi, dan memperbaiki kekurangan.”
Semangat tersebut terlihat dalam proses diklat. Para peserta mengikuti setiap tahapan pembinaan, menyimak penjelasan, melakukan praktik, serta menerima koreksi untuk menyempurnakan kemampuan masing-masing.
Bukan Sekadar Diklat, tetapi Bagian dari Ikhtiar Besar
Bagi Al Azhary, kegiatan peningkatan kompetensi pendidik bukan sekadar agenda rutin. Diklat berkala menjadi bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk membangun tradisi pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas dan berkesinambungan.
Melalui penguatan Thoriqoh Yanbu’a, para pendidik diharapkan semakin kompeten dalam mendampingi peserta didik membaca Al-Qur’an secara fasih, tartil, dan sesuai dengan kaidah yang benar.
“Generasi Qur’ani tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses yang panjang, dari guru yang bersungguh-sungguh, lingkungan yang mendukung, serta pembelajaran Al-Qur’an yang dilakukan secara konsisten.”
Pernyataan tersebut menggambarkan komitmen Al Azhary untuk menjadikan pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
Dari Guru yang Belajar, Lahir Generasi yang Bertumbuh
Diklat Lanjutan Thoriqoh Yanbu’a Berkala diharapkan memberikan dampak nyata terhadap proses pembelajaran di lingkungan Al Azhary.
Ilmu, pengalaman, dan koreksi yang diperoleh para peserta selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan kembali dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada ruang diklat, tetapi diteruskan kepada para peserta didik.
“Kami ingin ikhtiar ini terus bersambung. Guru belajar, guru mengamalkan, kemudian ilmu itu ditransfer kepada anak-anak. Dari proses yang sederhana tetapi dilakukan terus-menerus, insyaallah akan tumbuh generasi yang mencintai dan dekat dengan Al-Qur’an.”
Semangat inilah yang terus dijaga oleh keluarga besar Al Azhary. Bahwa membangun generasi Qur’ani bukan hanya tentang seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi tentang seberapa konsisten nilai-nilai Al-Qur’an ditanamkan dalam proses pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Al Azhary kembali meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidik, memperkuat pembelajaran Al-Qur’an, dan menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Kalamullah.
Dari pendidik yang terus belajar, lahir generasi yang terus bertumbuh. Dari Al Azhary, ikhtiar menyemai generasi Qur’ani terus dilanjutkan.
“Sebab mengajarkan Al-Qur’an adalah amanah, dan menjaga kualitas dalam mengajarkannya adalah bagian dari tanggung jawab kita kepada generasi yang akan datang.”
